Ahad, 24 April 2011

BATALNYA KALIMAH LAA ILAA HAA ILALLAH



Di dalam buku: “Penjelasan Tentang Pembatal Keislaman” disebutkan bahwa: yang dimaksud dengan pembatal-pembatal Laa ilaaha illallah atau pembatal keislaman adalah hal-hal yang dapat merusakkan keislaman seseorang. Manakala hal itu menimpa diri seseorang, maka hal itu dapat merusakkan keislamannya dan mengguggurkan amalan-amalannya, dan dia menjadi termasuk orang-orang yang kekal di dalam api neraka.
Oleh karena itu, setiap muslim dan muslimah wajib mempelajari pembatal-pembatal ini. Jika tiadak, maka bisa jadi seorang muslim terperosok ke dalamnya sedangkan ia tidak merasa, seperti yang terlihat pada kebanyakan orang yang mengaku dirinya sebagai orang islam. La Haula wa la Quwwata Illah Billah!
Di dalam buku tersebut, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah menjelaskan bahwa pembatal-pembatal Laa ilaaha illallah ini jumlahnya banyak, tapi yang pokok ada sepuluh.
Pembatal-pembatal yang lain kembalinya kepada yang sepuluh ini. Saya ringkskan permasalahan
ini dari buku tersebut untuk Anda wahai Saudaraku. Pahamilah! Pembatal-pembatal tersebut
adalah:

1. Syirik dalam beribadah kepada Allah

Syirik yaitu menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah, seperti berdoa kepada selain Allah, menyembelih kurban untuk selain Allah, seperti untuk jin atau kuburan, jembatan, rumah, atau lainnya.
Allah berfirman (yang artinya):
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisaa’:48)
Ada ulama yang membagi syirik menjadi tiga, yaitu: syirik akbar, syirik ashghar, dan syirik khafi.
Namun ada juga yang cuma membagi menjadi dua, yaitu: syirik akbar dan syirik ashgar.
Syirik besar bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menjadikannya pelakunya kekal di dalam neraka, jika ia mati dalam keadaan membawa dosa syirik besar tersebut dan belum bertaubat.
Diantara yang termasuk syirik besar adalah penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, takut kepada orang yang mati, jin, syaithan bahwa mereka bisa membahayakan dan membuat sakit, meminta kepada orang mati.
Syirik besar dibagi menjadi empat, yaitu syirik doa(disamping berdoa kepada Allah juga berdoa kepada selainnya), syirik niat, keinginan dan tujuan (menunjukkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allah), syirik ketaatan (mentaaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah), syirik kecintaan (menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan).
Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari Islam, tetapi mengurangi tauhid dan merupakan perantara kepada syirik besar.
Syirik kecil dibagi dua, yaitu syirik zhahir (nyata) dan syirik khafi (tersembunyi).
Syirik zhahir ini terdiri dari perkataan dan perbuatan. Contoh dari perkataan adalah ucapan “Kalau bukan karena Allah dan karena si fulan”, adapun contoh yang berupa perbuatan misalnya memakai kalung atau benang sebagai pengusir atau penangkal mara bahaya atau namimah. Apabila ia berkeyakinan bahwa hal itu sebagai perantara maka ia jatuh pada syirik kecil, namun apabila ia berkeyakin bahwa hal itu dapat menolak bahaya maka itu syirik besar.
Syirik khafi yaitu syirik dalam keingin dan niat, seperti riya (ingin dipuji orang), sum’ah (ingin didengar orang)

2. Orang yang membuat “Perantara” antara dirinya dengan Allah, yang kepada perantaraperantara itu ia berdoa atau meminta syafaat, serta bertawakal kepada mereka; maka ia telah kafir berdasarkan ijma’.

“Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya.
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan adzab-Nya; sesungguhnya adzab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” (Al-Isra:56-57)

3. Tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, atau ragu terhadap kekafiran mereka, atau membenarkan madzab (ideologi) mereka.

Mengapa demikian?
Sebab, Allah Jalla wa ‘Ala telah mengkafirkan mereka melalui sekian banyak ayat di dalam kitab-Nya serta memerintahkan untuk memusuhi mereka disebabkan karena mereka telah mengadaadakan kebohongan atas nama Allah, menjadikan sekutu-sekutu di samping Allah serta menganggap Allah mempunyai anak laki-laki. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan.
Allah Jalla wa ‘Ala telah mewajibkan atas kaum muslimin untuk memusuhi dan membenci mereka.
Seseorang tidak bisa disebut sebagai muslim, sehingga ia mengkafirkan orang-orang musyrik. Jika ia meragukan hal itu, padahal persoalannya sudah nyata mengenai siapa sebenarnya mereka itu, atau ia bimbang mengenai kekafiran mereka padahal ia telah memperoleh kejelasan, berarti ia telah kafir seperti mereka.
Orang yang membenarkan orang-orang musyrik itu dan menganggap baik terhadap kekufuran dan kezhaliman mereka, maka ia berarti kafir berdasarkan ijma kaum muslimin. Sebab, ia berarti belum/tidak mengenal Islam secara hakiki, yaitu berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk dan patuh kepadaNya dengan ketaatan, berlepas diri dari syirik dan orang-orang yang berbuat syirik. Sedangkan ia justru berwala’ (memberikan loyalitas) terhadap ahli syirik, mana mungkin dia akan mengkafirkan mereka.
Allah berfirman (yang artinya):
“Sesugguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah:4)
Inilah millah Ibrahim, barang siapa membencinya, maka ia berarti telah membodohi diri sendiri.
Perhatikan pula surat Al-Maidah:51, Ali Imron:28, Az-Zukhruf:26-27, at-taubah:5, at-taubah:23, al-Mujadilah:23, al-mumtahanah:1, dan msih banyak ayat lain yang menjelaskan mengenai permasalahan ini. Perhatikanlah wahai Saudaraku kamu muslimin. Janganlah kalian tertipu oleh dai-dai yang menyeru kepada api neraka!!

4. Meyakini ada petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, atau meyakini ada hukum yang lebih baik daripada hukum beliau; seperti orang yang lebih mengutamakan hukum thaghut atas hukum beliau.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya):
“Sesungguhnya dien (agama) disisi Allah adalah Islam.” (Ali Imran:19)
“Barangsiapa mencari agama selain dari dien (agama) Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dien itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imron:85)
Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (yang artinya):
“Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya Musa berada di tengah-tengah kalian, kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkanku, maka pastilah kalian telah tersesat denagn keseatan yang jauh.” (HR. Ahmad)

5. Membenci sebagian (apalagi seluruhnya) ajaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, walaupun ia mengamalkannya.

“Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhya mereka benci kepda apa yang diturunkan Allah (al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (Muhammad:8-9)

6. Memperolok-olok sebagian ajaran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, atau memperolok pahala dan hukuman Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya):
“Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tak usahlah kamu meminta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (At-Taubah:65-66)

7. Sihir, seperti sharf (jenis sihir yang ditujukan untuk memisahkan seseorang dengan kekasihnya) dan ‘athaf (di kalangan orang Jawa dikenal dengan istilah pelet). Ia melakukannya atau rela dengan sihir.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya):
“Keduanya (Harut dan Marut) tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” (Al-Baqarah:102)

8. Tolong menolong dengan kaum musyrikin dan bantu membantu dengan mereka dalam menghadapi kaum muslimin.

Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya):
“Barangsiapa di antara kalian yang tolong-menolong dengan mereka, maka ia termasuk golongan mereka.” (Al-Maidah:51)

9. Meyakini bahwa ada sebagian manusia yang mempunyai kebebasan keluar dari syariat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sebagaimana keleluasaan Nabi Khidir untuk tidak mengikuti syariat Musa alaihi salam.

Dalilnya adalah: An-Nasa’I dan laiinya meriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa beliau melihat lembaran dari kitab Taurat di tangan Umar bin Al-Khattab Radhiallahu 'Anhu, lalu beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):
“Apakah kamu masih juga bingung wahai putera al-Khathab?!, padahal aku telah membawakan kepadamau ajaran yang putih bersih. Seandainya Musa masih hidup, lalu kalian mengikutinya dan meninggalkanku, tentulah kamu tersesat.”
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Seandainya Musa masih hidup, maka tiada keleluasaan baginay kecuali harus mengikutiku,” lalu Umar pun berkata: “Aku telah ridha bila Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien (agama), dan Muhammad (Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) sebagai nabi.”

10. Berpaling dari dinul (agama) Islam, tidak mau mempelajarinya dan tidak mau mengamalkannya.

Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (yang artinya):
“Dan siapakah yang lebih dzalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling dari padanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (As-Sajdah:22)


Ahad, 17 April 2011

7 Sumber pahala yang berterusan sehingga ke Syurga

Dari Anas RA berkata, tujuh perkara yang menyumbangkan pahala yang selepas mati :

1-Mereka yang membina masjid, tetap akan mendapat pahala selagi ada orang beribadat dalam masjid tersebut.
2-Mereka yang membina sistem
 pengairan, selagi ada manusia mengambil manfaat dari sistem pengairan tersebut.
3-Mereka yang menulis
 Al-Quran, selagi ada manusia membaca Al-Quran tersebut .
4-Mereka yang membina
 perigi atau tempat minuman, selagi ada manusia mengguna tempat tersebut.
5-Mereka yang
 bercucuk tanam, selagi ada manusia atau haiwan yang mengambil faedah daripadanya.
6-Mereka yang mengajar atau menyebarkan
 Ilmu berguna, selagi manusia beramal dengan ilmu yang disebarkan.
7-Mereka yang berjaya mendidik anak menjadi Insan
 Soleh, segala ibadat yang dilakukan anak yang soleh akan sampai pahala kepada kedua ibu bapanya.

Tanda–tanda jahiliah dalam diri

Hakikat ini ditandai dengan firman Allah swt. yang bermaksud: “Hai orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Menurut riwayat, ayat itu diturunkan Allah sebab ada sekelompok sahabat yang mulanya beragama Yahudi telah meminta kepada Nabi Muhammad saw agar dibolehkan mereka merayakan atau memuliakan hari Sabtu dan menjalankan ajaran kitab Taurat.
Lantaran itu, turunlah ayat ini yang tidak membolehkan seseorang yang telah mengaku beriman tetapi masih berperilaku sebagaimana perilakunya pada masa jahiliah.
Rasulullah menyebutkan dalam satu hadis baginda yang diriwayatkan oleh Muslim, bermaksud: “Empat perkara pada umatku dari perkara jahiliah yang mereka tidak meninggalkannya, iaitu membanggakan darjat keturunan, mencela keturunan, meminta hujan dengan binatang dan meratapi mayat.”
Sesungguhnya, daripada pengertian hadis di atas, dapatlah kita mengambil kesimpulan bahawa daripada sekian banyak tanda, ada empat tanda muslim jahiliah yang disebutkan oleh Rasulullah. Hal ini memang harus kita fahami dengan baik agar model kehidupan jahiliah itu tidak kita jalani.
Sahabat baginda, Saidina Umar Ibn Khattab, pernah menyatakan: “Kalau engkau hendak menghindari jahiliah, kenalilah jahiliah itu.”

Membanggakan Keturunan

Kita harus ingat bahawa kemuliaan dan ketakwaan seseorang itu bukan diukur dengan keturunan secara automatik. Oleh sebab itu, kalau kita ingin membanggakan atau memuliakan seseorang, bukanlah kerana keturunannya tetapi kerana iman dan amal solehnya.
Namun, apa yang boleh kita lihat ini agak berbeza dan sebaliknya. Tidak sedikit orang yang terpilih menjadi pemimpin secara automatik dengan sebab keturunannya.
Contohnya, kalau ayahnya seorang raja, maka anaknya secara automatik akan menjadi raja juga meskipun anak berkenaan belum tentu mampu menjadi raja, bahkan sebenarnya ada orang lain yang lebih layak untuk menjadi raja.
Begitu juga kalau ayahnya seorang ketua dalam sesebuah organisasi. Anaknya juga akan menjadi pemimpin organisasi berkenaan setelah ayahnya meninggal dunia. Selalunya, ini semua disebabkan oleh status ayahnya dulu yang menimbulkan rasa segan dan ingin membalas jasa lalu terlantiklah anaknya sebagai pengganti.
Hal sebegini banyak berlaku dalam negara yang menggunakan sistem berkerajaan. Cara ini tidaklah menjadi satu kesalahan yang besar sekiranya anak itu memang berkemampuan menjadi seorang pemimpin setara dengan pimpinan yang telah ditunjukkan oleh ayahnya. Tetapi amatlah malang sekiranya pencalonan anak sebagai pemimpin lantaran ayahnya bekas seorang pemimpin.
Di samping itu, membanggakan keturunan dalam bentuk tidak menghukum orang keturunan ningrat atau yang berdarah mulia apabila mereka melakukan kesalahan, bahkan kesalahan itu cenderung pula ditutup.
Apabila orang biasa melakukan kesalahan, hukuman yang dijatuhkan kepadanya jauh lebih berat daripada kesalahan yang dilakukan oleh orang berdarah mulia tadi.
Ini adalah satu bentuk ketidakadilan yang sewajarnya dijauhkan. Tersebut dalam sebuah riwayat, ketika sahabat bertanyakan soal ini, Rasulullah menegaskan: “Seandainya anakku Fatimah mencuri, akan aku potong tangannya.”

Mencela keturunan

Harus kita akur bahawa kemuliaan seseorang itu harus kita ukur dengan tingkat ketakwaannya kepada Allah. Oleh yang demikian, seseorang muslim tidak dibenarkan mencela orang lain dengan sebab keturunan.
Misalnya, kalau bapa atau ibunya tidak baik, maka kita boleh menganggap anak-anaknya juga tidak baik, lalu kita mencelanya, dan begitu juga sebaliknya. Memang adakalanya bila orang tua tidak baik, anaknya juga ikut menjadi tidak baik, namun kita tidak boleh menganggap semuanya seperti itu. Ada juga yang ibu bapa amat tidak senonoh tetapi anak-anaknya pula bersopan dan amat baik.
Menurut cacatan sejarah, pada zaman jahiliah, mencela keturunan merupakan perkara yang biasa terjadi, bahkan seringkali permusuhan seseorang dengan orang lain akan berlanjutan turun-temurun kepada anak cucu.
Islam bawaan junjungan saw tidak membenarkan perlakuan mencela orang lain sedemikian rupa, apalagi atas alasan keturunan kerana boleh jadi yang dicela sebenarnya lebih baik daripada yang mencela.
Dalam soal ini, Allah berfirman, maksudnya: “Hai orang yang beriman, janganlah suatu kaum memburuk-burukkan kaum yang lain (kerana) boleh jadi mereka (yang diburuk-burukkan) itu lebih baik dari mereka (yang memburuk-burukkan) dan jangan pula wanita memburuk-burukkan wanita lain kerna boleh jadi wanita (yang diburuk-burukkan) lebih baik daripada wanita (yang memburuk-burukkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran-laran yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang yang zalim.”
Meminta diturunkan hujan melalui binatang

Nikmat anugerah Allah swt. dengan turunnya hujan yang cukup adalah dambaan manusia dalam kehidupan di atas dunia ini kerana dengan demikian, di samping akan terpenuhnya keperluan terhadap air yang memang sangat penting bagi manusia, juga dapat terpenuhnya bekalan air bagi aktiviti pertanian dan penternakan serta lingkungan hidup akan terasa lebih nyaman.
Kemarau yang panjang pula akan mengakibatkan semakin panas suhu udara dan mengurang atau mengeringkan sumber air bagi manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Lantaran itu, Islam mengajar umatnya supaya meminta hujan kepada Allah dengan cara melaksanakan solat istikharah.
Namun, dalam kehidupan masyarakat kita, terdapat budaya yang amat bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri, terutama dalam kaitan meminta hujan.
Di kampung-kampung terpencil, masih ada yang meminta hujan melalui binatang. Mereka akan menyiram kucing dengan air dan sebagainya. Dengan cara itu, mereka berpendapat hujan akan turun. Sesungguhnya, perbuatan semacam ini bukan hanya mengganggu binatang tetapi juga dapat merosakkan keyakinan yang bersih, sesuatu yang harus selalu dipelihara oleh setiap muslim agar keyakinannya tidak bercampur dengan kemusyrikan.
Lantaran itu, apabila ada seorang muslim meminta hujan dengan perantaraan binatang maka keyakinan dan perilakunya itu bermakna masih bersifat jahiliah.
Meratap dan meraung di hadapan mayat

Setiap yang bernyawa di dunia ini pasti akan mati apabila tiba ajalnya. Kematian adalah satu perkara yang biasa. Setiap dari kita pasti akan mencapai detik kematian, cepat atau lambat berserahlah kepada Yang Maha Mengetahui.
Sewaktu ada anggota keluarga kita, orang yang kita cintai atau tokoh masyarakat yang menjadi penaung kita dalam kebaikan meninggal dunia, kesedihan atas kematian mereka adalah sesuatu yang mungkin terjadi.
Bahkan, menurut sebuah riwayat, Saidina Umar Ibn Khattab ketika dikhabarkan bahawa Rasulullah wafat, berasa tidak percaya. Lantaran itu, dengan pedang terhunus di tangan, beliau lantang berkata: “Kalau ada sesiapa yang menyatakan Rasulullah saw sudah wafat, akan aku tebas batang lehernya.”.
Mendengar kenyataan itu, dengan segera Abu Bakar as-Sidiq menenangkan Saidina Umar dan menegaskan bahawa Rasulullah memang telah wafat.
Bersedih di atas kematian seseorang memang dibolehkan tetapi kesedihan yang berlebihan sehingga meratap dan meraung dengan memukul-mukul badan, kepala, muka, menarik-narik rambut dan mengucapkan kata-kata yang menggambarkan tidak adanya rasa yakin atau percaya kepada Allah adalah sesuatu yang tidak dibenarkan.
Ini kerana di dalam kitab hadis Riyadush Shalihin, Rasulullah menganggap orang seperti itu sebagai orang yang bukan umat baginda. Melalui sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, baginda bersabda yang bermaksud: “Bukan dari golonganku orang yang memukul-mukul pipi, merobek saku dan menjerit dengan suara kaum jahiliah.”
Meratapi sehingga meraung di hadapan mayat terjadi kerana seseorang itu tidak menerima kematian orang yang diratapinya itu. Seharusnya dia perlu akur bahawa kematian tidak mampu ditolak oleh sesiapa pun yang bergelar makhluk-Nya.
Apa yang seharusnya seseorang yang hidup lakukan ialah menjadikan kematian itu sebagai satu tazkirah, pedoman, peringatan, iktibar dan sebagainya supaya melebihkan amal ibadah yang baik kerana dia juga akan menyusul ke alam lahud suatu ketika nanti.
Akibat terlalu sedih, kita dapati ada sesetengah orang yang sanggup membangunkan tanah kuburan dengan pelbagai monumen dengan alasan lambang kasih sayang, cinta, rindu dan sebagainya meskipun terpaksa mengeluarkan belanja yang besar.
Ada juga yang menganggap roh seseorang yang sudah mati itu sebagai keramat, wali Allah, lalu beberapa gelaran pun diwujudkan seperti Tok Serban Hijau, Syeikh Panglima Hitam, Tok Syeikh Serban Panjang Ke Tanah, Wali Allah Syeikh Haji Patani dan lain-lain lagi.
Mereka akan berdoa dengan meminta bantuan kepada orang yang sudah mati, meminta disihatkan daripada pelbagai penyakit, meminta dimurahkan rezeki, meminta air penawar, air penerang hati dan sebagainya.
Bahkan, ada juga kuburan ini ditutup dengan kelambu, dipasangkan kain langsir, dipagarkan dan disediakan air minum di atasnya. Ini semua tidak pernah dibenarkan di dalam Islam.
Apabila ada kaum muslimin melakukan hal seperti itu, bermakna dia masih melakukan amalan-amalan kejahiliahan yang amat menyimpang jauh daripada landasan agama Islam yang sebenarnya.
Sebagai seorang Islam, kita harus menjauhi dan meninggalkan segala amalan kehidupan yang tidak sejajar dengan nilai-nilai Islam.Lantaran itu, marilah kita membuang semua amalan sedemikian supaya kita tidak tergolong di dalam mempraktikkan tugas manusia jahiliah
.

GANGGUAN SYAITAN KETIKA SOLAT

Semoga ia beroleh manfaat dan sentiasa mempertingkatkan mutu ibadah kepada Allah Taala.
Antara gangguan itu adalah:


1) Berasa was-was ketika melakukan takbiratul ihram
Saat membaca takbiratul ihram, ‘Allahu Akbar’, seseorang akan berasa ragu-ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sah atau belum sah.
Sehingga dia mengulanginya sekali lagi dengan membaca takbir. Perasaan itu akan berterusan kadang-kadang sampai imam hampir rukuk.
Ibnu Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwuduk) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam solat”. Was-was itu membuat mereka terseksa.


2) Tidak memberi tumpuan ketika membaca bacaan dalam solat.
Sahabat Rasulullah, Uthman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah.” Rasulullah menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan khinzib.
“Apabila kamu berasakan kehadirannya, ludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT gangguan itu dariku” (Hadis Riwayat Muslim).


3) Lupa jumlah rakaat yang dikerjakan
Abu Hurairah r.a berkata, “Sesungguhnya Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Jika seorang daripada kalian solat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggoda sampai mereka tidak tahu berapa rakaat yang dikerjakan. Apabila seorang daripada kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).


4) Hadirnya fikiran yang memalingkan tumpuan
Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan.
Apabila muazin selesai azan, ia kembali lagi dan jika iqamat dikumandangkan dia berlari. Apabila selesai iqamat, dia kembali lagi.
Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya,’Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!’ Sehingga orang itu tidak tahu berapa rakaat ia solat.” (Hadis Riwayat Bukhari).


5) Tergesa-gesa menyelesaikan solat
Ibnu Qayyim berkata: “Sesungguhnya tergesa-gesa itu datang daripada syaitan, kerana tergesa-gesa adalah sifat gelabah yang menghalangi seseorang untuk berhati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya.
Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah. Pada zaman Rasulullah ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah memerintahkannya untuk mengulanginya kerana solat yang ia kerjakan belum sah.
Rasulullah bersabda kepadanya, “Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah daripada al-Quran yang mudah bagimu, lalu rukuklah sampai kamu benar-benar rukuk (thuma’ninah), lalu bangkitlah daripada rukuk sampai kamu tegak berdiri.
Kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).


6) Melakukan gerakan yang tidak perlu
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat.
“Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan itu berasal daripada syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah”. Orang itu bertanya, “Apa yang dilakukannya? “Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah s.a.w,” kata Ibnu Umar (Hadis Riwayat Tirmidzi).


7) Melihat ke kiri atau ke kanan ketika solat
Sedar atau tidak, jika seseorang itu melihat ke kiri atau ke kanan, itu akibat godaan syaitan yang menggoda. Kerana itu, selepas takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik iaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan dicuri syaitan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Aisyah beliau berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah hukum melihat ketika solat”. Rasulullah menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba.” (Hadis Riwayat Bukhari).
Menguap dan mengantuk
Rasulullah bersabda bermaksud: “Menguap ketika solat itu daripada syaitan. Kerana itu, apabila kamu ingin menguap, tahanlah.” (Hadis Riwayat Thabrani).
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda, “Ada pun menguap itu datangnya daripada syaitan, hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi boleh. Apabila ia berkata ‘ha…’ bererti syaitan tertawa dalam mulutnya” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).


9) Bersin berulang kali ketika solat
Syaitan ingin mengganggu kekhusyukan solat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud, “Menguap dan bersin dalam solat itu daripada syaitan.” (Riwayat Thabrani).
Ibnu Mas’ud berkata, “Bersin yang tidak disenangi Allah adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah. Hal itu tidak lain kerana syaitan memang ingin mengganggu solat seseorang dengan pelbagai cara.”


10) Terasa ingin buang angin atau buang air
Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Apabila seorang daripada kalian bimbang apa yang dirasakan di perutnya apakah keluar sesuatu daripadanya atau tidak, janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya” (Hadis Riwayat Muslim).
Berbahagialah orang Muslim yang selama ini terbebas daripada pelbagai macam gangguan syaitan dalam solat mereka. Semoga kita semua dibebaskan Allah daripada gangguan berkenaan.
Bagi yang berasakan gangguan itu, sebahagian atau keseluruhannya, janganlah putus asa untuk berjihad melawan syaitan terkutuk.

Rabu, 13 April 2011

Memahami tragedi tahun 2012

GUANE GAMOK ORANG KITE..........











Masih lagi ingat ancaman Y2K Ia datang menggemparkan penduduk bumi ,malangnya ia berakhir dengan tiada apa-apa pun berlaku .Ia cuma sebagai jenaka di musim sejuk . Kali ini tahun 2012 pula datang dengan isu tamatnya umur bumi dan menurut NASA ia juga seperti Y2K, satu jenaka yg berlaku di musim sejuk .
Peristiwa -peristiwa seperti Y2K, 2012 telah dianalisis dan ahli sains mutakhir ini banyak belajar dan mengambil iktibar berkenaan perkara itu. Tamatnya riwayat bumi Tahun 2012 bercanggah dengan kepercayaan biasa, Ahli sains pada masa kini dengan cepat menyelesaikan apabila didesak memberi penjelasan apa yg sebenarnya berlaku pada tahun 2012 yg semakin tiba itu .




Di bawah ini , jawapan NASA SCIENTISTS kepada beberapa soalan terhadap soalan yg kerap ditanya mengenai 2012
soalan ( Q) :Adakah wujud teori anjakan@ pergerakkan kutub bumi ? Adakah ia benar yang kerak bumi boleh beranjak @ bergerak sehingga 180 darjah putaran sekitar teras pada suatu hari nanti ?
Jawapan : Satu pergerakkan kerak bumi secara drastik adalah mustahil. Terdapat pergerakan-pergerakan perlahanke atas benua-benua (sebagai contoh Antartik dahulunya adalah beriklim khatulistiwa ratusan juta tahun lalu ), tetapi itu tidak relevan dan dijadikan hujjah yg kerak bumi akan bergerak secara drastik 
. Bagaimanapun, kebanyakan daripada laman-laman web memaparkan bencana sebagai satu umpan dan khabar angin untuk menipu manusia. Mereka mendakwa terdapat perhubungan antara putaran dan kekutuban magnet Bumi yang menyebabkan perubahan yg tidak teratur, dengan satu putaran pembalikan magnetik pada setiap 400,000 tahun . Sejauh kami tahu, pembalikan magnetik tidak mengakibatkan mana-mana merosakkan kehidupan di Bumi ini. Pembalikan magnetik juga tidak mungkin berlaku pada beberapa milenium akan datang , 

Soalan (Q): Adakah ada sebarang ancaman terhadap Bumi pada 2012? Terdapat banyak laman-laman web diinternet berkata dunia akan berakhir pada bulan Disember 2012.
Jawapan : Tiada apa-apa yang buruk akan berlaku terhadap Bumi pada 2012. Planet kita telah beredar dengan baik untuk lebih daripada 4 bilion tahun, dan ahli-ahli sains yg boleh dipercayai di seluruh dunia berpendapat tiada ancaman yg berlaku dan dikaitkan dengan 2012.

Q: Apa sumber ramalan yang dunia itu akan berakhir pada 2012?
Satu: Cerita itu bermula dengan mendakwa yang Nibiru, sebuah planet dikatakan ditemui oleh Sumerians, memberi ancaman terhadap Bumi. Malapetaka ini pada mulanya meramalkan pada tahun 2003 Mei, tetapi apabila tidak berlaku kiamat pada tarikh tersebut , maka tarikh kiamat itu digerakkan ke hadapan sehingga pada Disember 2012. Kemudian kiamat ini di sokong dengan dua dongeng purbakala yg mengatakan pada tahun itu berakhirnya pusingan di dalam kaledar purbakala Mayan pada musim dingin pada 2012 -- Daripada itu lah kiamat diramal pada 21 hb Disember tahun 2012.

Q: Adakah kalendar Mayan berakhir pada bulan Disember 2012?
Jawapan :Kalender yg anda gantung di dapur akan anda buang selepas 31 Disember dan diganti dengan kalender baru .Begitu juga kalendar Mayan berakhir pada 21 Disember , 2012. Tarikh ini adalah tarikh akhir kalender kaum Mayan seperti kalendar anda bermula pada 1 hb Januari , begitu juga yg terjadi di kalender Kaum Mayan cuma ia satu pusingan yg lama . 

Q: Apakah boleh berlaku satu fenomena alam apabila terjadinya planet-planet berjajaran di antara satu sama lain ?
Jawapan: Tidak terdapat penjajaran planet dalam beberapa dekad akan datang , Bumi tidak akan bersilang dengan galaksi bimasakti pada 2012, walaupun jika terjadi penjajaran planet pada masa itu , kesan yg akan berlaku kepada Bumi adalah sedikit . Setiap Disember Bumi dan matahari dijajarkan dengan pusat kasar Bima Sakti Galaxy tetapi itu adalah satu rutin tahunan yg tiada kesan akibatnya .

Don Yeomans, Seorang senior di NASA dan juga ahli sains Q: 
Wujudkah sebuah planet atau si kerdil coklat dipanggil Nibiru atau Planet X atau Eris yang mendekati Bumi dan mengancam planet kitayg menyebabkan kehancuran yg dahsyat?
Jawapan : Nibiru dan kisah-kisah lain seperti " planet-planet degil" adalah satu olokan @tipuan Internet. Tiada dasar faktual di atas perkara ini. Jika Nibiru atau Planet X menuju ke satu pertemuan dengan Bumi pada 2012, ahli-ahli astronomi telah menjejaki ia untuk sekurang-kurangnya pada dekad yg lepas, dan ia akan kelihatan pada ketika ini pada pandangan mata kasar. Ternyata , ia tidak nampak ! 

Q: Adakah wujud ancaman meteor pada 2012? 

Jawapan : Bumi sentiasa terdedah kepada hentaman-hentaman dari komet dan asteriod-asteriod, walaupun sejarah itu sangat disukaioleh orang ramai dan peristiwa itu terjadi sangat luar biasa. Impak besar pada masa yg lalu terjadi pada 65 juta tahun mengakibatkan kepupusan dinosaur-dinosaur . Hari ini ahli-ahli astronomi NASA melaksanakan satu kajian dipanggil Spaceguard Survey bagi mencari mana-mana asteriod-asteriod near-Earth besar sebelum ia menghentam bumi .
Kita sudah menentukan tidak terdapat asteriod-asteriod yg besar seperti yg telah membunuh dinosaur-dinosaur pada masa lalu . Semua kerja ini adalah dibuat secara terbuka dengan penemuan-penemuan itu di hantar setiap hari kepada laman web NASA NEO PROGRAM OFFICE , jadi anda boleh melihat nya .


Q: Bagaimanakah pendapat ahli-ahli sains NASA berkenaan perkara-perkara yg berkaitan 2012?
Jawapannya : Bencana atau perubahan dramatik pada 2012 ,dimanakah pendapat ahli sains ? dimana buktinya ? maka jawapannya tidak ada ,dan semua kenyataan bersifat fiksyen itu samada ditulis di buku-buku ,filem-filem ,dokumentasi atau internet ,kami tidak mampu mengubahnya .Tiada bukti yg bmunasabah yg menyokong berlakunya keganjilan pada 2012 
Q: Adakah terjadi satu ribut suria yg sangat besar berlaku pada 2012?
Satu: Keaktifan suria mempunyai satu pusingan yg sentiasa berulang , Ia akan memuncak setiap 11 tahun. Apabila sampai ke puncak , nyala suria boleh menyebabkan gangguan beberapa komunikasi satelit, walaupun begitu jurutera-jurutera sedang mempelajari bagaimana untuk membina elektronik yang kebal terhadap kebanyakan ribut suria .
Tetapi tiada risiko khas dan dahsyat yg dikaitkan dengan tahun2012. Ribut suria akan berlaku dalam 2012-2014,ia adalah rutin biasa dan tidak berbeza dengan pusingan sebelumnya sepanjang sejarah.

p/s -Para pembaca boleh merujuk artikal yg asal di dlm bahasa Inggeris di laman web ini